Pada awal tahun 1920-an, Yasuko, seorang aktris yang sedang merintis karier, bertemu dengan Chūya Nakahara, seorang penyair muda yang kelak diakui sebagai sosok jenius. Karena sama-sama memiliki kecenderungan untuk bersikap sok intelektual, mereka pun menjalin hubungan asmara dan mulai hidup bersama. Kehidupan mereka berubah drastis saat pindah ke Tokyo dan dikunjungi oleh Hideo Kobayashi—teman Chūya yang di kemudian hari dikenal sebagai salah satu kritikus sastra terkemuka Jepang. Pertemuan yang tampak kebetulan ini tidak hanya mengubah nasib Yasuko, tetapi juga menjalin takdir ketiganya dalam ikatan yang intens dan tak terelakkan.















